Jumat, 14 Desember 2012

MY FIRST OLIMPIADE





            Kali aku bakalan menceritakan pengalaman pertamaku mengikuti olimpiade sejak aku sekolah di MAN bangkalan ini. Aku mengikuti olimpiade yang di adakan oleh fakultas keperawatan unuversitas AIRLANGGA. Olimpiade ini di ikuti oleh beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 3 orang. Di kelas ku hanya terdapat 2 kelompok yang bisa atau bisa di bilang 6 orang mengikuti olimpiade ini di MAN bangkalan.
          Kelompok pertama adalah sri agustina wati, elza septia ayu lestari,dan siti aisah sedangkan kelompok ke dua adalah maulida agustin,yuliana suci rahmawati, dan yusuf bachtiar.yang ikut olimpiade kebanyakan cewek kecuali ucup untuk mengikuti lomba ini kami di haruskan membayar uang sebesar Rp 100.000 per kelompok. Kelompok ini mengadakan patungan karena bukan sekolah yang mendaftarkan tapi kami sendiri.
          Menang atau kalah itu sudah biasa dalam suatu perlombaan,mungkin itu yang membuat kami menerima kekalahan kami. Dari dua kelompok yang mengikuti lomba tersebut tidak ada satu kelompok pun yang lulus babak pertama. Walaupun demikian kami mendapat sertifikat sebagai peserta. Meski sebagai peserta itu lebih baik dari pada pulang dengan tangan kosong.
         Kami mengikuti lomba NEURON 2012 [ natural and educational science competition in nursing ]. Kami berlomba di universitas AIRLANGGA tepatnya di kampus c. kami pergi ke sana bersama-sama,anehnya di perjalanan kami bukannya belajar tapi malah buka facebook dan update status aneh,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,. Kami pergi dengan menggunakan mobil dan berkumpul di stadion bangkala
        Sebelumnya kami berencana jalan-jalan ke Surabaya ya sebelum pulang ke bangkalan. Tapi tidak jadi karena supirnya masih ada janji lain. Yach kagak jadi yang mau jalan-jalan tapi kami menyempatkan diri untuk berfoto di universitas AIRLANGGA . Oh ya,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,. NEURON 2012 sekarang ini punya motto lho  BE HELTH AND SMART GUYS…………………


My home



Di desaku merupakan desa yang mayoritas penduduknya masih tetap terikat dengan kebiasaan turu-temurunnya. Kebiasaan yang biasa mereka tetap mereka laksanakan sampai saat ini misalnya bila malam jum’at masyarakat di desa saya itu selametan atau memberikan berbagai macam makanan untuk di anterin kepada orang yang merupakan bukan anggota keluarganya sendiri dan biasanya nyelametin orang yang sudah meninggal dan biasanya di bacain ayat-ayat alqur ‘an.
Dan biasanya bila di desa saya ada orang atau ada anggota masyarakat yang meninggal itu orang-orang atau masyarakatnya selalu perhatian dan mau membantu mengurusi jenazah orang tersebut meski tanpa imbalan atau bayaran sedikitpun. Biasanya yang laki-laki membantu untuk menggali kuburan untuk jenasah tersebut dan setelah itu membuatkan tempat orang yang akan tahlilan di rumah tersebut dan yang perempuan membantu memasak kan makanan di daour untuk makan bagi orang yang nanti ngelayat ke situ.
Biasanya bila ada orang yang meninggal tersebut selama tujuh hari di tahlilkan. Dan bila sudah tujuh,tiga puluh, ke seratus maupu ke seribu harinya orang-orang yang di kasih bingkisan yang berupa jajan biasanya binggkisan itu di kasih sebagai tanda terima kasih atas perhatian orang-orang terhadap orang yang sedang berduka cita trsebut.  Dan orang-orang di desa saya itu tidak akan membiyarkan orang yang sedang berduka cita tersebut kesepian.
 Dan biasanya anngota-anggota keluarga orang berduka cita tersebut tidur di rumah orang yang sedang berduka cita tersebut selama tujuh hari untuk menemaninya agar tidak terlalu merasa kehilangan dan juga bukti atas keperdulian sesama anggota keluarganya bila sedang mendapat musibah mereka harus selalu ada buat anggota keluarga yang lain.dan jangan pas saudaranya merasakan kesedihan kita pergi jauh untuk meninggalkan mereka tapi kita harus bisa menghibur hati saudara kita itu.
Dan juga apabila anggota masyarakat desa saya itu sedang mendapat kebahagiaan,anggota masyarakat saya juga ikut bahagia misalnya bila bila ada orang yang sedang pulang dari tanah suci mereka itu pergi ke sana untuk mengucapkan selamat sudah dari tanah suci dan ucapan selamat datang pada mereka. Selain itu bila ada orang yang sedangg melahirkan anggota masyarakat saya itu selalu pergi menjenguknya dan menyucapkan selamat karena sudah melahirkan dengan selamat.
Jadi masyarakat di desa saya itu tetap peduli pada sesamanya di kala senang mapun sedih.

Home sweet Home

Hai teman-teman…………….
Nama saya Sri Agustinawati atau biasa dipanggil TINA. Saya tinggal di jalan Sidingkap II no. 22B Bangkalan. Di sini aku dibesarkan dan dilahirkan, aku tinggal bersama dengan keluarga yang sangat aku sayangi.selain itu di desaku saya di ajari berbagai macam pengetahuan yang belum saya ketahui sebelumnya misalnya mereka mengajari saya bagaimana cara menghormati orang laen dan juga mereka dapat membentuk kepribadian saya yang lebih baek.
Di desaku orang-orangnya ramah-ramah dan masih banyak orang yang mw peduli pada orang laen meskipun orang itu bukan merupakan anggota keluarganya sendiri. Misalnya ada orang yang sakit dan itu bukan anggota keluarganya sendri mereka tetap dating untuk menjenguknya meskipun rumahnya pun jauh mereka tetap saja pergi ke sana untuk menjenguknya. Maka dari itu saya senang bangetz bisa jadi salah satu anggota dari orang keleyan .
Di desa mlajah ini orang-orangnya suka bekerja keraz dan tidak pernah putuz asa misalnya orang-orang di  desa keleyan mayoritas kan profesinya banyak yang menjadi seorang petani dan orang yang bekerja selain petani bisa di hitung jumlahnya. Tape meskipun mereka  Cuma berprofesi sebagai petani mereka masih mempunyai agamanya tetap kuat dan mereka juga masih mempunyai solidaritas yang sangat tinggi terhadap sesamanya dan juga masih mempunyai sopan santun yang tinggi.
Di desaku banyak terdapat bebarapa tanaman yang bisa jadi penghasilan orang-orang keleyan misalnya rambutan, kacang tanah,kacang panjang dan jagung. Biyasanya orang keleyan juga bisa menanam padinya di ladang meski  jarang orang desa laen menanam padi di ladang tpe orang di desaku sering menanam padi di ladang dan katanya padi yang di tanam di ladang itu padinya tidak terlalu enak jika di tanam di ladang lebih enak di tanam di sawah.
Meski padinya lebih enak di tanam di sawah tapi orang di desa mlajah masih saja menanami ladangnya dengan padi karena orang keleyan itu tidak mau membiyarkan ladangnya itu tidak di Tanami apapun . mereka tidak akan membiarkan ladangnya itu tidak berguna jdi mereka selalu memanfaatkan ladangnya itu untuk mencari penghasilan meski bertani itu merupakan pekerjaan yang sangat berat dan membutuhkan banyak pengorbanan. Mereka tetap saja sabar dan tak ada kata putuz asa bagi mereka.

My Hobby

            Hobi adalah kebiasaan yang dilakukan oleh setiap individu atau rasa suka terhadap suatu benda atau pekerjaan yang dapat menghasilkan pelakunya merasakan  kepuasan batin. Setiap individu memiliki hobi yang berbeda,unik dan pastinya istimewa bagi pemilik hobi tersebut. Hobi itu datang dari dalam diri sendiri tanpa kita sadari dan kita baksakan. Karena hobi tidak dapat diciptakan oleh diri kita melainkan panggilan dari dalam jiwa kita sendiri.
Begitupun dengan ku yang juga memiliki hobi,tak hanya 1 hobi  yang ku miliki melainkan beberapa hobi. Hobi yang tak dapat aku tinggalkan adalah bernyanyi. Menyanyi adalah kebiasaan yang setiap hari aku lakukan di rumah, maklumlah dengan suara yang pas-pasan aku mana mungkin bernyanyi di sekolah apalagi di kelas. bisa-bisa semua teman-teman aku menertawakan aku karena suara aku yang jelek atau bisa dibilang false. Aku biasanya mendengarkan musik di dalam kamar.
Aku menyukai semua aliran musik,baik  itu dangdut,pop,reggae,R&B,Jazz dan lain sebagainya. Buat ku bukan aliran music yang menentukan enak atau tidaknya suatu aransemen musik, melainkan jika kita mengerti apa arti lagu itu dan merasuk kedalam jiwa kita pastilah musik itu enak di dengar. Intinya lagu yang akan aku nyanyikan tidak memandang aliran musiknya yang penting easy listening saja pasti lagu itu akan aku nyanyikan di berbagai kesempatan.
Menyanyi adalah salah satu kebiasaan yang tak bisa terpisahkan dari diriku,selain menjadi hobi  dengan menyanyi aku bisa menghilangkan stresss yang aku rasakan. Emosi jiwa yang tengah aku rasakan pada saat itu baik suka maupun duka bisa ku ungkapkan melalui syair-syair  indah  sebuah lagu. Dengan demikian menyanyi bisa membantu meringankan beban fikiran yang sedang kita alami serta dapat menghibur orang-orang yang ada di sekitar kita.
Entah mengapa aku begitu suka menyanyi baik itu di rumah,kamar mandi,sekolah dan dimana pun aku berada pasti mulut ini tak ingin diam dan selalu ingin menyanyikan lagu-lagu yang aku ketahui. Mungkin sebagian orang akan ilfeel melihat kebiasaan ku yang ini, namun bagi semua teman-teman yang telah kenal aku jika sedikit saja aku tidak menyanyi mereka malah merasa aneh. Namun semua itu akan ku jadikan sebuah koreksi diri agar mampu menjadi pribadi yang lebih baik.

SURAMADU

Jembatan Nasional Suramadu adalah jembatan yang melintasi Selat Madura, menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan, tepatnya timur Kamal), Indonesia. Dengan panjang 5.438 m, jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).
Jembatan ini diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009[2]. Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur. Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini adalah 4,5 triliun rupiah.
Pembuatan jembatan ini dilakukan dari tiga sisi, baik sisi Bangkalan maupun sisi Surabaya. Sementara itu, secara bersamaan juga dilakukan pembangunan bentang tengah yang terdiri dari main bridge dan approach bridge.

Konstruksi

Jembatan Suramadu pada dasarnya merupakan gabungan dari tiga jenis jembatan dengan panjang keseluruhan sepanjang 5.438 meter dengan lebar kurang lebih 30 meter. Jembatan ini menyediakan empat lajur dua arah selebar 3,5 meter dengan dua lajur darurat selebar 2,75 meter. Jembatan ini juga menyediakan lajur khusus bagi pengendara sepeda motor disetiap sisi luar jembatan.

Jalan layang

Jalan layang atau Causeway dibangun untuk menghubungkan konstruksi jembatan dengan jalan darat melalui perairan dangkal di kedua sisi. Jalan layang ini terdiri dari 36 bentang sepanjang 1.458 meter pada sisi Surabaya dan 45 bentang sepanjang 1.818 meter pada sisi Madura.
Jalan layang ini menggunakan konstruksi penyangga PCI dengan panjang 40 meter tiap bentang yang disangga pondasi pipa baja berdiameter 60 cm.

Jembatan penghubung

Jembatan penghubung atau approach bridge menghubungkan jembatan utama dengan jalan layang. Jembatan terdiri dari dua bagian dengan panjang masing-masing 672 meter.
Jembatan ini menggunakan konstruksi penyangga beton kotak sepanjang 80 meter tiap bentang dengan 7 bentang tiap sisi yang ditopang pondasi penopang berdiameter 180 cm.

Jembatan utama

Jembatan utama atau main bridge terdiri dari tiga bagian yaitu dua bentang samping sepanjang 192 meter dan satu bentang utama sepanjang 434 meter.
Jembatan utama menggunakan konstruksi cable stayed yang ditopang oleh menara kembar setinggi 140 meter. Lantai jembatan menggunakan konstruksi komposit setebal 2,4 meter.
Untuk mengakomodasi pelayaran kapal laut yang melintasi Selat Madura, jembatan ini memberikan ruang bebas setinggi 35 meter dari permukaan laut. Pada bagian inilah yang menyebabkan pembangunannya menjadi sulit dan terhambat, dan juga menyebabkan biaya pembangunannya membengkak.


sumber :  http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Nasional_Suramadu

MADURA

Madura adalah nama pulau yang terletak di sebelah utara Jawa Timur. Pulau Madura ini besarnya kurang lebih 5.250 km2 (lebih kecil dari pulau Bali), dengan penduduk sebanyak 4 juta jiwa. Madura dibagi menjadi 4 kabupaten, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
Bangkalan berada di ujung paling barat pulau Madura dan saat ini telah dibangun jembatan terpanjang di Indonesia, jembatan Suramadu (Surabaya-Madura), merupakan salah satu kawasan perkembangan Surabaya, serta tercakup dalam Gerbangkertosusila. Dan uniknya Sumenep yang merupakan salah satu kabupaten di Madura selain terdiri dari wilayah daratan, terdiri pula dari kepulauan yang berjumlah 126 pulau.
Meski kebanyakan wilayah yang termasuk kawasan Madura adalah kepulauan, namun Madura tetap memiliki kebudayaan tersendiri. Budaya Madura berbeda dengan budaya Jawa. Kebudayaan Madura yang bersumber dari kraton, sedikit banyak terpengaruh oleh kebudayaan kraton Jawa. Baik dalam bidang seni, tari, macopat, bahasa, ataupun gending-gending gamelan.  Namun hal ini bukan berarti Madura tidak memiliki akar budaya sendiri.
Perbedaan yang cukup mencolok dapat terlihat dalam kehidupan keseharian, sifat orang Madura yang lebih egaliter dan terbuka, berbeda dengan sifat orang Jawa yang mempunyai sifat “ewuh pakewuh”. Dalam hal mencari rezeki pun, orang-orang Madura sejak masa lalu sudah berani merantau ke luar pulau. Hal ini terbukti dengan banyaknya orang Madura yang tersebar hampir di seluruh penjuru Negeri bahkan sampai-sampai di luar negeri pun ada.
Masyarakat Madura dikenal juga memiliki budaya yang khas, unik, stereotipikal, dan stigmatik. Istilah khas disini menunjukkan bahwa entitas etnik Madura memiliki kekhususan-kultural yang tidak serupa dengan etnografi komunitas etnik lain. Kekhususan-kultural ini antara lain tampak pada ketaatan, ketundukan, dan kepasrahan mereka kepada empat figur utama dalam kehidupan yaitu Buppa, Babu, Guruh, ban Ratoh (Ayah, Ibu, Guru dan Pemimpin Pemerintahan).
Selain itu pula Madura masih memiliki beberapa nilai budaya yang perlu untuk dilestarikan dan dikembangkan. Diantaranya adalah ungkapan-ungkapan seperti: “Manossa coma dharma”, ungkapan ini menunjukkan keyakinan akan kekuasaan Allah Yang Maha Kuasa. “Abhantal ombha’ asapo’ angen, abhantal syahadad asapo’ iman”, menunjukkan akan berjalin kelindannya budaya Madura dengan nilai-nilai Islam. “ Bango’ jhuba’a e ada’ etembang jhuba’ a e budi “, lebih baik jelek di depan daripada jelek di belakang. “Asel ta’ adhina asal”, mengingatkan kita untuk tidak lupa diri ketika menjadi orang yang sukses dan selalu ingat akan asal mula keberadaan diri. “Lakonna lakone, kennengngana kennengnge” sama halnya dengan ungkapan “The right man in the right place”. “Pae’ jha’ dhuli palowa, manes jha’ dhuli kalodu”, nasehat agar kita tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya berdasarkan fenomena. Kita harus mendalami akar permasalahan, baru diadakan analisis untuk kemudian menetapkan kebijakan. “Karkar colpe’”, bisa dikembangkan untuk menumbuhkan sikap bekerja keras dan cerdas, apabila kita ingin menuai hasil yang ingin dinikmati.
Keunikan yang lain dari budaya Madura adalah pada dasarnya dibentuk dan dipengaruhi oleh kondisi geografis dan topografis masyarakat Madura yang kebanyakan hidup di daerah pesisir, sehingga mayoritas penduduk Madura memiliki mata pencaharian sebagai nelayan.

SEJARAH MANBA

IDENTITAS MADRASAH :
NAMA : MAN MODEL Bangkalan
LEMBAGA PENYELENGGARA : DEPARTEMEN AGAMA
NOSTIK : 311352611010
STATUS : MAN MODEL
ALAMAT : Jl. Soekarno Hatta 5
kEC / KAB : Bangkalan
KODE POS : 69116
TELP. / FAX : (031) 3095596
TAHUN BERDIRI : 1979
PROGRAM : IPA - IPS - BAHASA (JERMAN)

SEJARAH SINGKAT

Madrasah Aliyah Negeri Bangkalan berdiri pada tahun 1978, hasil alih fungsi dari PGA 6 tahun. Alih fungsi tersebut berdasarkan SK Menteri Agama RI (Prof. DR. H. Mukti Ali) nomor 17/1978, tanggal 16 Maret 1978. Sejak SK tersebut dikeluarkan, siswa kelas 4,5, dan 6 PGA pada waktu itu secara otomatis menjadi siswa kelas 1,2, dan 3 MAN. Kemudian sejak tahun 1998, MAN Bangkalan--bersama-sama dengan 35 MAN lainnya yang tersebar di 26 propinsi--ditunjuk sebagai madrasah percontohan (MAN Model) melalui program Development Madrasah Aliyah Project (DMAP) Departemen Agama, berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama nomor E.IV/PP.00.6/KEP/17.A/98, tanggal 20 Pebruari 1998.
Sejak berdiri sampai sekarang, MAN Bangkalan telah mengalami 4 kali pergantian kepemimpinan, yaitu :
1. Drs. Sarijoen (1980-1990)
2. Drs. Farchan AR. (1990-1993)
3. Drs. H. Hambali (1993-2003)
4. Drs. H. Nasito Arief, M.Ag (2003- Sekarang)

VISI

Madrasah sebagai lembaga pendidikan yang terkemuka yang mengintegrasikan aspek IMTAQ dan IPTEK
Indikator :
  1. Memiliki kemampuan managemen madrasah yang profesional
  2. Mampu mengaktualisasikan pengetahuan agama dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat.
  3. Menjunjung tinggi dan sikap kesadaran beragama yang islami.
  4. Unggul dalam perolehan nilai UAN/Kwalitas out comes
  5. Mampu dan terampil berbahasa asing
  6. Memiliki modal keterampilan kerja untuk bekal hidup bermasyarakat
  7. Unggul dalam prestasi Olah raga dan Kesenian
  8. Mendapatkan kepercayaan masyarakat
  9. Mampu menembus PTN lewat jalur PMDK dan SPMB
MISI
  1. Mengikuti pelatihan managemen Madrasah serta realisasi hasil penataran
  2. Pembekalan pembelajaran agama secara menyeluruh
  3. Pengetrapan pelajaran aqidah dan akhlak secara intensif

TUJUAN

  1. Kemampuan managemen tenaga pendidk secara profesional
  2. Tenaga pendidik dalam melakukan segala aktivitas pendidikan bernuansa islami
  3. Siswa mempunyai landasan aqidah dan akhlak secara optimal
SASARAN
Sasaran yang hendak dicapai oleh MAN Model Bangkalan adalah :
Menjadikan MAN Model Bangkalan sebagai institusi pendidikan yang berkualitas, mampu menyelenggarakan proses pendidikan secara Profesionalitas, dan menyiapkan peserta didik untuk meraih kelulusan yang memiliki kesiapan baik untuk memasuki jenjang pendidikan tinggi, maupun jalur karier lain bekerja mandiri.