Senin, 22 Oktober 2012

Cita-Cita

Saat  membicarakan tentang cita-cita, ada sebagian orang yang langsung menjawab dengan penuh percaya diri tentang cita-cita meraka dan ada pula yang masih bingung dengan cita-cita meraka. Bisa dibilang aku termasuk dalam golongan pertama, sejak kecil aku sangat ingin menjadi seorang dokter tepatnya dokter kandungan. Karena itu selama ini aku belajar, belajar menjadi seorang dokter yang baik nantinya. Agar aku tidak membuat orang yang mendukungku selama ini menjadi kecewa.

Entah mengapa aku ingin menjadi seorang dokter, yang aku tahu menjadi seorang dokter sangat mengagumkan karena dokter dapat membuat seseorang memiliki harapan untuk hidup, untuk sembuh dan juga dapat membuat air mata  menjadi senyuman. Saat melihat dokter memakai jas putihnya aku merasa begitu senang. Rasa senang yang tidak bisa aku ungkapkan, rasanya seperti aku sendiri yang memakai jas putih itu.

Sebenarnya aku ini seorang penakut, aku bahkan takut pada darah. Ketika melihat banyak darah aku merasa pusing,  perutku mual dan aku selalu terbayang-terbayang darah setiap kali aku makan. Karena itu aku selalu menutup mata saat ada banyak darah dihadapanku. Kata ibuku mana ada dokter yang takut dengan darah, tapi tetap saja aku tidak menghiraukan perkataan ibuku dan terus berharap dapat menjadi dokter yang baik. 

Dokter,,,entah kapan aku mendapat gelar ini. Aku berharap dapat secepatnya menjadi seorang dokter dan dipanggil dokter.  Pasti menyenangkan menolong orang lain dan membuat pasangan suami-istri bahagia karena kabar yang aku berikan pada mereka. Saat membayangkannya saja sudah membuatku begitu bahagia sekali, ingin rasanya cepet-cepet lulus dari MAN agar aku bisa meraih impianku dan melanjutkan kuliah . 

Banyak teman-temanku yang ingin menjadi guru, mereka bilang ingin membagi ilmu mereka kepada murid meraka kelak. Aku bingung bukankah membagi ilmu bukan hanya tugas seorang guru. Dokter juga bisa membagi ilmu yang mereka miliki, tapi tetap saja mereka ingin menjadi seorang guru. Memang sich guru merupakan pekerjaan yang mulia, tapi dokter juga pekerjaan yang mulia. Lalu apa bedanya menjadi seorang guru atau dokter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar